Present Perfect Tense (Seri Tense)

Present Perfect Tense

Hi guys! Sesudah membahas Simple Present dan Simple Past, hari ini kita akan membahas salah satu tense yang sering juga sering dipakai: Present Perfect Tense. Kenapa namanya Present Perfect Tense? Bukankah kejadiannya di masa lalu? Pasti banyak yang bertanya-tanya. Tenang saja, yang bingung juga bukan hanya orang Indonesia. Present Perfect Tense punya kata ‘present’ di dalamnya karena kejadian yang digambarkan ada efek ‘sekarang’. Coba lihat satu contoh yang diambil dari Oxford Grammar ini.

  1. My car has broken down since yesterday. (Mobil saya (sudah) rusak sejak kemarin.)
  2. My car broke down yesterday. (Kemarin mobil saya rusak.)

Kalimat pertama menyiratkan bahwa sampai sekarang mobilnya masih rusak, karena rusaknya sejak kemarin. Sementara kalau kita mendengar kalimat kedua, yang kita pikirkan adalah kemungkinan mobilnya sudah diperbaiki, tapi mungkin juga mobilnya masih rusak. Kita tidak tahu kondisi sekarang dari mobil itu.

Pola Present Perfect Tense

I, you, they, we Have V3.
He, she, it Has
I, you, they, we Have not V3.
He, she, it Has not
(QW) + Have I, you, they, we V3?
(QW) + Has He, she, it

Mungkin tabel di atas sangat familiar untuk teman-teman. Ya, saya yakin teman-teman sudah sering sekali melihat tabel ini. Yang menjadi masalah pembelajar berkaitan dengan pola Present Perfect Tense adalah membiasakan memakai have atau has sesuai subjeknya, dan memakai V3, karena bentuknya yang berbeda dengan present dan past. Ini sebenarnya bisa dikira-kira, apalagi dengan kata kerja teratur yang semuanya berakhiran –ed.

Yang menjadi masalah lain untuk pembelajar Bahasa Inggris adalah (dan ini yang paling krusial) kapan memakainya.

Fungsi Present Perfect Tense

Sekarang, apa sebenarnya fungsi dari Present Perfect Tense? Kapan kita memakai tense ini? Pada dasarnya tense ini dipakai untuk menunjukkan bahwa suatu kejadian selesai terjadi dan efeknya bisa dilihat sekarang. Contohnya bisa dilihat di atas.

Tense ini juga dipakai untuk menyatakan pengalaman (things you do at least once in your life). Di sini Present Perfect Tense berkaitan dengan kata ‘ever’. Pembahasan lengkapnya bisa dilihat di sini. Jangan lupa, ever hanya dipakai untuk kalimat negatif (not ever/never) dan kalimat tanya. Contohnya:

  • She has seen the movie. (Dia sudah (pernah) melihat film itu.)
  • She has never seen the movie. (Dia belum pernah melihat film itu.)
  • Has she ever seen the movie? (Dia sudah pernah lihat film itu?)

Fungsi paling umum adalah untuk menggambarkan kejadian yang sudah terjadi, sudah selesai. Persis sama seperti kita memakai kata ‘sudah’ di Bahasa Indonesia. Perhatikan contoh berikut.

  • We have fixed the car. (Kami sudah memperbaiki mobilnya.)
  • Have you had breakfast? (Kamu sudah sarapan?)
  • I have finished my homework. (PRku sudah selesai.)
  • They have cleaned the table. (Mereka sudah membersihkan mejanya.)

Keterangan Waktu Present Perfect Tense

Pada umumnya keterangan waktu yang akan kita temui pada kalimat-kalimat Present Perfect Tense berupa durasi yang didahului oleh ‘for’ atau berupa exact time yang didahului oleh ‘since’. Perhatikan contoh di bawah ini.

  • I have worked here for 12 years. (saya sudah tinggal di sini untuk 12 tahun.)
  • My friend has lived here since 2010. (teman saya sudah tinggal di sini sejak 2010.)

Kedua keterangan waktu di atas tidak eksklusif milik Present Perfect Tense, karena nanti kita akan belajar bahwa keduanya (for dan since) bisa dipakai untuk Present Perfect Continuous Tense. Oya, Simple Past juga bisa memakai ‘for’. Bandingkan kedua contoh di bawah ini.

  • My brother has waited for 2 hours. (Dia sudah menunggu selama dua jam – sampai sekarang masih menunggu.)
  • My brother waited for 2 hours. (Dia menunggu selama dua jam – sekarang sudah tidak menunggu lagi.)

Untuk pembahasan tentang perbedaan dengan Past Tense, silakan lihat di sini.

Masalah Umum

  1. What have you done? Vs. What did you do?

Masalah umum pertama adalah kekeliruan memahami bedanya Simple Past dan Present Simple. Akibatnya, pembelajar tidak memahami bedanya kedua pertanyaan di atas dan nuansanya.

Kalau kita mengatakan “what have you done?” ada sesuatu yang baru saja terjadi, kita melihat hasil dari kejadian itu, dan kita menduga ini disebabkan oleh ‘you’; ada nuansa menyalahkan. Kalau memakai keterangan waktu, misalnya “what have you done in the last 20 years?” maka menjadi spesifik bahwa kita ingin tahu ‘you’ sudah melakukan apa saja dalam 20 tahun terakhir.

Di sisi lain, “what did you do?” nuansanya netral. Kalau kita menanyakan ini, kita hanya ingin tahu apa yang ‘you’ lakukan pada waktu tertentu di masa lalu.

  1. Have you had breakfast? Vs. Did you have breakfast?

Pertanyaan pertama dan kedua pada dasarnya sama. Pertanyaan pertama menekankan ke ‘sudah’nya, dan pertanyaan kedua menyatakan bahwa dia sarapan pada waktu tertentu di masa lalu.

  1. I have been married. Vs. I am married.

Di Indonesia kita punya kebiasaany bertanya (dan menjawab) dengan kata ‘sudah’ (atau ‘belum’). Hal-hal yang kita tanyakan biasanya berkisar di masalah pernikahan, pekerjaan, punya anak, hal-hal yang sifatnya ‘wajib’ atau ‘tugas’ di mana hidup menjadi ‘lengkap’ kalau itu semua ‘sudah’ terpenuhi, menurut perspektif orang Indonesia.

Sayangnya, di Bahasa Inggris tidak demikian. Kita tidak bisa mengatakan “I have been married” untuk “saya sudah menikah.” “I have been married.” artinya seseorang ‘sudah pernah’ menikah.

  1. I have been to. Vs. I have gone to.

Kedua pertanyaan ini sangat berbeda, bahkan kalau diterjemahkan ke Bahasa Indonesia, artinya sangat berbeda. “I have been to…” artinya “saya sudah pernah pergi ke…” sedangkan “I have gone to…” artinya “saya sudah pergi ke…” bahkan mungkin lebih dekat dengan “saya sudah berangkat ke…” Beda, kan, artinya?

  1. I am here. Vs. I have been here.

Satu lagi yang mirip nomor 3. Sebagai orang Indonesia kita seringkali bilang “saya sudah di sini,” menyatakan bahwa mereka “sudah sampai” di lokasi. Di Bahasa Inggris, kalau diterjemahkan dengan “I have been here” artinya malah menjadi “saya sudah pernah ke sini.” Lantas, kalau kita mau mengatakan “saya sudah di sini,” cukup dengan mengatakan ”I am here.”

  1. Terlalu sering memakai “already” dan “ever”

Karena terbiasa menerjemahkan ‘sudah’ menjadi ‘already’, kita jadi terbiasa menulis ‘already’ untuk semua yang memakai ‘sudah.’ Ini sebenarnya sebuah redundancy (pemborosan), karena pola kalimat Present Perfect Tense sudah mengandung kata ‘sudah.’ Di samping itu, tidak semua yang memakai ‘sudah’ di Bahasa Indonesia harus menjadi Present Perfect Tense.

Begitu juga dengan ‘ever.’ Karena kita terbiasa menerjemahkan kata ‘pernah’ dengan ‘ever,’ kita selalu memakai ‘ever’ untuk ‘pernah’ padahal di Bahasa Inggris, ‘ever’ hanya dipakai di kalimat tanya dan negatif, adapun kalimat positif tidak perlu karena sudah tersirat.

Advertisements

Simple Past Tense (Seri Tense)

Simple Past Tense

Sebelum mulai membaca postingan ini, ada baiknya teman-teman membaca prinsip dasar kalimat Bahasa Inggris dan Simple Present Tense yang sudah dibahas sebelumnya.

Bahasan kali ini adalah Simple Past Tense. Kenapa ada Past Tense? Ini memang sulit untuk saya jawab sendiri. Tenses pada dasarnya adalah ciri beberapa Bahasa di dunia, tidak hanya Bahasa Inggris dan Bahasa-bahasa Eropa lainnya. Jenisnya pun macam-macam. Apakah tenses ada di semua Bahasa? Tentu saja tidak. Tenses biasanya ditunjukkan dengan perubahan pada kata kerja. Bahasa-bahasa yang tidak mengalami perubahan kata kerja untuk menunjukkan waktu adalah Bahasa yang tidak mempunyai tenses; salah satunya adalah Bahasa Indonesia.

Mempelajari tenses suatu Bahasa memang rumit bahkan untuk mereka yang di Bahasa aslinya punya tenses. Kita harus mengingat perubahan kata kerjanya, kita juga harus tahu kapan memakainya. Banyak orang menawarkan cara menghapal kilat tenses, tetapi yang jadi masalah, menghapal belum tentu membuat orang bisa memakainya dengan tepat. Untuk yang ini mungkin akan kita bahas di postingan yang lain.

Simple Past Tense

Kata simple dalam Simple Past Tense menyiratkan polanya yang sederhana. Sederhana bagaimana? Kalimat Simple Past Tense minimal hanya terdiri atas satu subjek dan satu verb bentuk past. Tidak ada to be, tidak ada verb-ing, tidak ada modal. Hanya subjek dan verb, seperti halnya Simple Present Tense.

Apa manfaatnya? Simple Past Tense bermanfaat sekali untuk menunjukkan bahwa apa yang kita bicarakan adalah kejadian yang terjadi di masa lalu dan sudah berlalu. Perkara apakah kejadian itu bekasnya masih bisa kita lihat di masa kini atau tidak, itu tidak menjadi masalah. Coba lihat contoh berikut:

His car broke down yesterday. (Kemarin mobil saya rusak)

Kalimat di atas menunjukkan bahwa mobil dia rusak di masa lalu (kemarin). Kapan mobil dia mulai rusak? Tidak tahu. Apakah mobil dia sudah diperbaiki? Tidak tahu. Yang kita tahu, mobil itu rusak di masa lalu. Titik. Kita hanya tahu kejadian bahwa mobilnya kemarin rusak.

Kalimat Verbal Simple Past Tense

Sebagaimana sudah dibahas di atas, pola kalimat tense ini sangat sederhana. Subjek dan Verb bentuk past. Mungkin teman-teman masih ingat waktu belajar Simple Present Tense bahwa kata kerja Simple Present berubah sesuai subjeknya (memakai –es/-s atau tidak). Jangan khawatir. Untuk simple past, tidak ada perubahan apa-apa. Meski demikian ada satu masalah.

Verb di dalam simple past tense ada dua jenis, regular dan irregular. Regular tidak terlalu sulit untuk menghapalnya karena hanya perlu ditambahkan –ed/-d, hanya perlu sedikit latihan untuk pengucapannya karena ada tiga jenis cara pengucapan (kita bahas di postingan lain). Irregular, di sisi lain, cukup merepotkan. Untuk irregular verbs, mau tidak mau kita harus selalu menghapal kata-kata kerja baru untuk setiap kata kerja bentuk present yang sudah kita ketahui.

My friend bought a house. (Teman saya membeli rumah) –irregular

They recorded the meeting. (Mereka merekam rapatnya) –regular

Pertanyaan dan Kalimat Negatif Verbal

Kalau di simple present tense kita punya do dan does untuk membuat pertanyaan dan kalimat negatif, di simple past kita hanya perlu memakai did.

I did not go to the museum. (Saya tidak pergi ke museum)

Did you tell her to stay here? (Apakah kamu bilang ke dia untuk tinggal di sini?)

Where did you find it? (Kamu menemukan itu di mana?)

Kalimat Nonverbal Simple Past Tense

Masih ingat di sini dan di sini, bahwa kalimat afirmatif (postif) secara umum ada dua, yaitu verbal (mengandung action) dan nonverbal (tidak mengandung action). Karena kalimat Bahasa Inggris harus memakai verb, maka karena tidak ada action kita harus memakai kata kerja palsu alias to be past tense. Coba lihat contoh di bawah ini:

She was at the hospital. (Dia di rumah sakit) –was (to be) diikuti lokasi.

Your friends were worried because you didn’t come home. (Teman-temanmu khawatir karena kamu tidak pulang) –were (to be) diikuti kata sifat.

Pertanyaan dan Kalimat Negatif Nonverbal

Sederhana saja, untuk kalimat tanya kita letakkan was/were di depan, sedangkan untuk kalimat negatif, kita hanya perlu meletakkan not sesudah was/were. Coba lihat contoh berikut ini.

We were not at home. (Kami tidak di rumah)

Was he a member of the council? (Apakah dia anggota dewan?)

Mudah bukan?

Sebelum kita akhiri, saya ingin menyampaikan satu hal penting. Pembelajar Bahasa Inggris seringkali terkecoh ketika mendengar pertanyaan past tense. Kenapa? Karena kata kerja di pertanyaan past tense memakai bentuk present.

(question words) + Did + subjek + verb bentuk present

Di sini murid seringkali menjawab dengan simple present tense juga karena mendengar verb bentuk present. Hati-hati! Selalu ingat konteksnya, dan perhatikan apakah penanya memakai DID atau DO/DOES.

Review

Sekarang kita review ya. Hal-hal yang membuat simple past tense rumit adalah pemakaiannya (kita harus selalu menyadari bahwa kejadiannya lampau meskipun baru beberapa detik yang lalu), dan mengahapalkan irregular verbs, dan menyadari bahwa pertanyaannya selalu memakai verb present tapi jawabannya harus pakai verb past.

Apa yang mudah dari simple past tense? Tidak perlu bingung apakah suatu kata kerja harus pakai –es/-s atau tidak!

Sudah tahu prinsipnya? Saatnya berlatih! Hapalkan lima kata kerja dan buatlah kalimat afirmatif, tanya, dan negatif. Ulang-ulangi sampai kalian nyaman dengan polanya, kemudian bayangkan situasi di mana kalian bisa memakainya.

Present Continuous Tense (Seri Tense)

Present Continuous Tense

Hai sobat pembaca! Kini kita akan membahas tentang Present Continuous Tense. Kenapa tense ini penting? Tense ini merupakan salah satu tense yang sering dipakai. Fungsi utamanya adalah menceritakan aktivitas yang sedang dilakukan (ongoing activitiy), aktivitas sementara (temporary action) yang terjadi saat si pembicara sedang bicara.

Kalau teman-teman belum lihat artikel tentang cara membuat kalimat di Bahasa Inggris dan simple present tense, mungkin ada baiknya kalau dilihat dulu. Oya, kita tidak akan membahas Past Continuous Tense karena ada aspek yang khusus yang membedakannya dengan Present Continuous Tense. Kalau mau tahu aspek apa itu, ikuti terus postingan ini.

Pola Present Continuous Tense

Bagaimana membentuk kalimat dengan pola ini? Mudah saja. Di postingan sebelumnya kita tahu bahwa kita tidak bisa membentuk kalimat tanpa subjek dan verb (yang dimaksud verb ini adalah verb 1 dan verb 2; verb sejati), dan kalau tidak ada verb sejati (adjective, noun, lokasi, verb-ing, verb 3), maka verbnya diganti dengan to be (verb semu? :D).

Seperti dua posts sebelumnya (tentang cara membuat kalimat di Bahasa Inggris dan tentang simple present tense), subjek dan verb harus selalu kompak (istilah kerennya Subject-Verb Agreement). Kita lihat contoh berikut:

He is cleaning his room. (dia sedang membersihkan kamarnya)

Pada contoh di atas, subjeknya adalah he, kata ganti ORANG KETIGA TUNGGAL. Kata ganti ini (he dan she) harus selalu diikuti oleh is. Lain halnya dengan contoh di bawah:

I am watching a match between France and Hungary. (saya sedang menonton pertandingan Perancis lawan Hungaria)

Karena menggunakan kata ganti ORANG PERTAMA TUNGGAL (atau I), kita harus memakai am. Dan sisanya (you, they, we) diikuti oleh are. Mudah bukan?

Belajar dari kesalahan

Seharusnya mudah, tetapi masih banyak yang ketika bicara entah mereka ketinggalan TO BE (harusnya bilang they are eating, jadi bilang they eating) atau ketinggalan –ing (menjadi they are eat), yang mana membuat orang malah jadi bingung apakah mau bicara tentang kejadian yang SEDANG berlangsung (present continuous), atau mau bicara tentang rutinitas (simple present). Kesalahan lain yang terkait ini adalah memakai present continuous dengan tepat tetapi konteksnya keliru (misalnya mau bercerita tentang rutinitas, tetapi malah memakai present continuous tense).

Dalam Bahasa Inggris, konteks waktu sangat penting. Dari situ kita bisa mengerti apakah kejadiannya terjadi di masa lampau, atau di masa kini; apakah sudah direncanakan atau baru terlintas di pikiran; apakah pernah terjadi atau belum sama sekali. Karena mengandung tense, jika orang bicara dengan tense yang keliru, keseluruhan konteks percakapan bisa jadi kacau. Berbeda dengan Bahasa Indonesia, misalnya, di mana kita tahu di Bahasa Indonesia tidak ada bedanya antara simple past dengan simple present, jadi kita sudah membangun konteks di awal atau dengan bantuan kata-kata penunjuk waktu (kemarin, sekarang, dua tahun yang lalu, bulan ini, dll).

Fungsi lain?

Present Continuous Tense punya fungsi lain, selain untuk menceritakan kejadian yang SEDANG berlangsung. Satu fungsi terkait dengan Future Tense (akan dibahas nanti) sedangkan satu lagi adalah fungsi yang tidak terlalu sering ditemukan, mengeluhkan kelakuan seseorang/sesuatu. Coba lihat contoh di bawah ini:

She is always asking personal questions. (Dia selalu menanyakan pertanyaan pribadi)

Perhatikan bahwa di contoh di atas, penutur mengucapkan hal di atas karena jengkel dengan kelakuan she yang selalu bertanya tentang hal-hal pribadi. Untuk fungsi ini, Present Continuous Tense harus memakai always di antara to be dengan verb-ing.

Simple Present Tense (Seri Tense)

Simple Present Tense

Hai sobat English learners, di postingan kali ini kita akan membahas salah satu tenses di Bahasa Inggris. Gak suka belajar grammar? Hmm… Jangan khawatir. Tidak perlu belajar grammar pakai rumus-rumus yang harus dihapalkan setengah mati. Yang namanya belajar grammar itu yang penting tahu prinsip saja cara memakainya. Sebelum kalian membaca tulisan ini, pastikan kalian tahu bagaimana cara membuat kalimat yang benar di Bahasa Inggris di sini.

Kita hanya akan membahas tenses yang sering dipakai saja, ya. Kini kita mulai dengan Simple Present Tense.

Apa Sih Simple Present Tense Itu?

Tense yang satu ini sengaja dibahas pertama karena frekuensi kemunculannya cukup banyak dalam pembicaraan. Kenapa bisa begitu? Ini terkait dengan fungsinya. Apa itu?

Pertama, tense ini dipakai kalau kita mau bercerita tentang kegiatan rutin kita. Misalnya tiap hari kita bangun jam 6 pagi, kita bisa bilang

I wake up every day at 6.

Contoh lain, kalau kita mau bilang kita mudik setahun dua kali.

I go home (to my hometown) twice a year.

Sejauh ini mudah kan? Ada fungsi lain? Tentu saja ada.

Kalau sobat sekalian mau menjelaskan fakta umum, seperti matahari terbit setiap pagi, kita bisa bilang

The sun rises every morning.

Fakta khusus seperti misalnya, kami punya sepuluh mobil, kita bisa bilang

We have ten cars.

Atau misalnya kita mau bilang kucing dia suka coklat

Her cat likes chocolate.

Verb Harus Sesuai Dengan Subjek.

Dari contoh-contoh di atas coba teman-teman perhatikan, ada kata kerja yang memakai -s (likes, rises) dan ada yang tidak (wake, go, have). Teman-teman tahu kenapa ini berbeda? Tentunya ini bukan karena kata kerja aslinya ada -s, melainkan karena di kata kerja ini sengaja ditambahkan -s.

Jadi begini, di bahasa-bahasa Eropa kata-kata kerja bisa berubah bentuk sesuai dengan subjek kalimat (pelaku). Subjek “I, you, they, we”, di Bahasa Inggris, tidak mengubah kata kerja, tetapi subjek “he, she” mengubah kata kerja (dalam hal ini ditambahkan -s atau -es). Ini disebut sebagai Subject-Verb Agreement. Buat kalian yang mau mengambil TOEFL, topik ini paling sering diujikan di Section 2 ITP TOEFL (Structure). Dibandingkan Bahasa Spanyol atau Bahasa Jerman, Bahasa Inggris masih terbilang mudah. Jadi, jangan menyerah ya!

NB: Perlu teman-teman ketahui bahwa verb yang dimaksud di sini adalah verb bentuk pertama (Verb 1) atau disebut juga sebagai bentuk infinitive atau bentuk kamus karena bisa langsung dicari di kamus.

Simple Present Tense Tanpa Verb

Contoh-contoh kalimat yang saya tulis di atas adalah kalimat yang mengandung aktivitas (kalimat verbal). Lalu bagaimana dengan kalimat-kalimat yang tidak ada aktivitasnya, misalnya mau mengatakan “ibu saya baik”? Di tulisan sebelumnya kita tahu semua kalimat bahasa Inggris perlu verb. Karena kata ‘baik’ bukan verb, maka kita perlu TO BE. Sekarang kalau kita mau mengatakan fakta bahwa ibu saya baik, kita bisa bilang

My mother is kind.

Contoh lain, kalau kita mau bilang bahwa teman-teman kita di Jogja, kita bisa bilang

My friends are in Jogja.

Simple Present Tense Negatif

Pembahasan di atas menggunakan contoh-contoh kalimat positif (tidak mengandung TIDAK/BUKAN). Bagaimana kalau kita mau membuat kalimat yang mengandung TIDAK/BUKAN? Sederhana saja. Kalau ada kata kerja, kita tinggal tambahkan DO NOT atau DOES NOT sebelum kata kerja itu, sedangkan kalau ada TO BE kita tinggal tambahkan NOT sesudah TO BE. Kalau kita pakai contoh-contoh di atas lagi, maka kalimat negatifnya menjadi

I DO NOT wake up at 6.

I DO NOT go home twice a year.

The sun DOES NOT rise every morning (seperti bisa dilihat, -s dari rises sekarang hilang dan menjelma menjadi DOES)

We DO NOT have ten cars.

Her cat DOES NOT like chocolate (sama seperti sebelumnya, -s dari likes sekarang hilang)

My mother is NOT kind.

My friends are NOT in Jogja.

Sekali lagi harap diingat bahwa kalau teman-teman memakai Simple Present Tense, pakai itu untuk menceritakan kebiasaan atau fakta di masa sekarang.

Latihan

Sekarang kita latihan ya… Buka kamus boleh lho. Jangan lupa, sesuai penjelasan di tulisan sebelumnya, kalimat Bahasa Inggris harus mengandung subjek dan verb, ya.

  1. Rumahku di Jalan Sudirman, tidak di Jalan Pattimura.
  2. Sepupu saya tinggal dengan kami di sini. Dia tidak tinggal dengan orang tuanya.
  3. Setiap tahun kita jalan-jalan ke Australia, tetapi tidak pergi ke Sydney.
  4. Adik laki-laki dia adalah teknisi. Dia bukan dokter.
  5. Saya tidak suka nonton film horor. Saya selalu takut dengan film horor.

 

Richard Ariefiandy