To Be Dalam Bahasa Thai

To Be Dalam Bahasa Thai

Hai teman-teman peminat Bahasa, khususnya Bahasa Thai. Setelah sebelumnya kita membahas cara membuat kalimat Bahasa Thai dan kata ganti orang pertama (aku/saya) di Bahasa Thai, sekarang saatnya kita membahas bagian penting dalam kalimat Bahasa Thai. To Be. Sebagaimana halnya di Bahasa Indonesia, Bahasa Thai juga punya To Be. Bukan hanya Bahasa Inggris yang punya To Be, lho. Bahasa kita juga punya. Penasaran? Cek di sini.

Berbeda dengan Bahasa Indonesia yang To Be-nya tidak terlalu penting, kalimat di Bahasa Thai harus punya To Be. Coba lihat penuturan di bawah ini.

เป็น

Kata di atas dibaca ‘pen’ dan seringkali ditransliterasi sebagai ‘bpen’. Kenapa demikian? Pembelajar yang Bahasa ibunya adalah Bahasa Inggris sering membaca ‘p’ dengan hembusan udara, karena huruf ‘p’ di pelafalan Bahasa Inggris mengandung hembusan udara. Coba katakan ‘pay’ sambil letakkan tangan di depan mulut. Kalau ada hembusan udara, selamat, karena kalian mengucapkan kata Bahasa Inggris ini dengan tepat. Pengucapan seperti ini akan bermasalah kalau tidak ditulis sebagai ‘bp’. Sebagai orang Indonesia, tentu saja tidak akan ada masalah mengucapkan huruf ini.

Kembali lagi ke topik kita. Kata di atas berarti ‘adalah’ di Bahasa Indonesia.

ผมเป็นครู (phom pen khruu) – saya adalah guru.

Tentunya kita tahu bahwa di Bahasa Indonesia, kita tidak perlu “adalah”. Di Bahasa Thai, kata ini harus ada.

อยู่

Kata ini dibaca ‘yuu’ dengan nada rendah. Arti kata ini adalah “ada (di).” Perhatikan contoh ini:

ผมอยู่บ้าน (phom yuu baan) – saya ada di rumah.

Sebagaimana dengan “adalah”, kata “ada” tidak diperlukan dalam Bahasa Indonesia tetapi penting untuk Bahasa Thai.

Tanpa To Be

Ya! Kalian tidak salah baca. Tidak semua kalimat memakai To Be. Sebagaimana di Bahasa Indonesia, kalimat-kalimat yang mengandung kata sifat sebagai predikat tidak membutuhkan To Be. Lihat contoh di bawah ini:

คุณสวย (khun suai) – Anda cantik.

Sudah bisa menebak mana kata untuk “Anda” dan mana untuk “cantik”, kan?

คือ

Kata ini dibaca ‘kheu’ dan punya arti yang dekat dengan ‘yaitu’ atau ‘merupakan’; kata ini digunakan untuk mendefinisikan sesuatu. Coba lihat contoh di bawah ini.

รักคืออะไร (rak kheu arai) – Apa itu cinta?

Di sini, kata tanya “arai” (apa) diletakkan di belakang.

ครูคือคนที่สอน (khruu kheu khon thii soon) – Guru merupakan orang yang mengajar.

Seperti bisa dilihat, ‘kheu’ diikuti oleh deskripsi dari subjeknya.

คือ dan เป็น

Oke, mungkin sebagian dari teman-teman yang sudah melihat penjelasan di atas menjadi sedikit bingung tentang apa beda ‘kheu’ dan ‘pen’.

A คือ B à Di sini B memberikan definisi A. Apa itu A, dan bahwa B adalah A, bukan lainnya. Kata ini juga dipakai untuk contoh di bawah ini:

สิ่งที่ผมอยากบอกคือผมไม่จะไปต้อนนี้. (sing thii phom yaak book kheu phom mai ja pai ton ni) – Hal yang ingin saya beritahu adalah/yaitu saya tidak akan pergi sekarang. Di kalimat ini, hal yang saya ingin beritahukan adalah “saya tidak akan pergi sekarang” dan itu adalah satu-satunya yang ingin saya sampaikan, tidak ada hal lain.

A เป็น B à Di sini B memberikan identitas pada A. Coba lihat contoh ini:

จอห์นเป็นครูผม (john pen khruu phom) – John adalah guru saya. Di kalimat ini John tidak dibatasi oleh definisi “guru saya” dan dia bisa menjadi siapa saja selain guru saya. Bisa jadi selain sebagai guru saya, dia adalah manajer, ayah, atau orang Australia.

Advertisements

Struktur Bahasa Thai

Struktur Bahasa Thai

Hai teman-teman pembaca richariefiandy.tk! Di postingan kali ini kita tidak akan membahas Bahasa Indonesia maupun Bahasa Inggris. Kita akan membahas… Bahasa Thai! Kenapa Bahasa Thai?

Sebenarnya tidak ada alasan khusus kenapa postingan ini membahas Bahasa Thai. Saya pikir penting juga kalau ada variasi diskusi blog yang selama ini membahas hal-hal yang berkaitan dengan Bahasa Inggris atau Indonesia atau linguistik.

Kebanyakan website yang selama ini membahas Bahasa Thai ada di Bahasa Inggris, dan selama ini saya belajar Bahasa Thai dari sumber-sumber itu. Cukup menolong, sih, tapi sebenarnya belajar Bahasa Thai dari Bahasa Indonesia akan jauh lebih mudah. Hal ini dikarenakan tata bahasa kita yang tidak jauh berbeda; akan lebih mudah bagi kita untuk memahami Bahasa Thai kalau pengantarnya adalah dari Bahasa Indonesia. Kata-kata/ekspresi yang sulit dicari padanannya di Bahasa Inggris, bisa kita cari dengan mudah di Bahasa Indonesia.

Di samping alasan-alasan itu, ada juga alasan sampingan. Thailand adalah negara tetangga yang banyak dikunjungi orang Indonesia, belum lagi penggemar film-film Thailand juga cukup banyak. Minat mempelajari Bahasa Thai mulai tumbuh, lho.

Oke, kita mulai, ya.

Kali ini yang akan kita bahas adalah struktur kalimat di Bahasa Thai. Struktur Bahasa Thai penting dibahas karena ini dasar sekali. Untuk bicara atau menulis, kita perlu tahu bagaimana kata-kata dirangkai, bukan? Sebelum kita mulai, saya akan perkenalkan beberapa kosa kata yang akan kita pakai di sini.

Kosa kata

ผม = saya (sopan; laki-laki)

เป็น = adalah

คน = orang

อินโดนีเซีย = Indonesia

มี = punya

เพื่อน = teman

๑ คน = dua orang

หล่อ = ganteng

มาก = banyak (juga berarti sangat/banget/sekali)

Kalimat non-verbal dengan kata benda

Kalimat ผมเป็นคนอินโดนีเซีย (baca: phom pen khon Indoniisiiya) artinya saya adalah orang Indonesia. Struktur kalimatnya sama persis, bukan? Harap diperhatikan bahwa di sini kata เป็น yang artinya adalah harus tetap ada di kalimat yang diikuti oleh kata benda seperti contoh di atas; berbeda dengan di Bahasa Indonesia di mana kita bisa memakai atau menghilangkan kata adalah. Sekarang kita lihat contoh kalimat yang mengandung kata kerja.

Kalimat verbal

ผมมีเพื่อน๑คน (baca: phom mii pheuan song khon) artinya saya punya dua orang teman. Kata-kata seperti dua piring, tiga gelas, satu kilogram, lima orang, dikenal dengan istilah quantifier di Bahasa Inggris. Sedikit berbeda dengan Bahasa Indonesia, di Bahasa Thai, quantifier harus disebutkan di belakang. Jadi kalau di Bahasa Indonesia kita bisa bilang saya pesan dua piring nasi atau saya pesan nasi dua piring, di Bahasa Thai harus saya pesan nasi dua piring. Sekarang, bagaimana dengan kalimat yang mengandung kata sifat?

Kalimat non-verbal dengan kata sifat

ผมหล่อมาก (baca: phom loo maak) artinya saya ganteng sekali. Berbeda dengan struktur kalimat pertama yang mengandung kata benda sehingga sesudah ผม (saya) harus ada  เป็น (adalah), kalimat dengan kata sifat seperti contoh ini tidak memerlukan  เป็น (adalah). Ini persis sama dengan di Bahasa Indonesia di mana kita tidak bilang saya adalah ganteng, bukan begitu? (Yang kalau bicara masih pakai adalah sebelum kata sifat, ayo periksa lagi Bahasa Indonesianya!)

Bagaimana teman-teman? Penjelasan di atas cukup jelas dan singkat, bukan? Ayo kita pelajari Bahasa Thai sama-sama. Nanti akan ada lebih banyak postingan tentang Bahasa Thai, lho. Ikuti terus dan jangan lupa subscribe ya.

Richard Ariefiandy