Struktur Bahasa Thai

Struktur Bahasa Thai

Hai teman-teman pembaca richariefiandy.tk! Di postingan kali ini kita tidak akan membahas Bahasa Indonesia maupun Bahasa Inggris. Kita akan membahas… Bahasa Thai! Kenapa Bahasa Thai?

Sebenarnya tidak ada alasan khusus kenapa postingan ini membahas Bahasa Thai. Saya pikir penting juga kalau ada variasi diskusi blog yang selama ini membahas hal-hal yang berkaitan dengan Bahasa Inggris atau Indonesia atau linguistik.

Kebanyakan website yang selama ini membahas Bahasa Thai ada di Bahasa Inggris, dan selama ini saya belajar Bahasa Thai dari sumber-sumber itu. Cukup menolong, sih, tapi sebenarnya belajar Bahasa Thai dari Bahasa Indonesia akan jauh lebih mudah. Hal ini dikarenakan tata bahasa kita yang tidak jauh berbeda; akan lebih mudah bagi kita untuk memahami Bahasa Thai kalau pengantarnya adalah dari Bahasa Indonesia. Kata-kata/ekspresi yang sulit dicari padanannya di Bahasa Inggris, bisa kita cari dengan mudah di Bahasa Indonesia.

Di samping alasan-alasan itu, ada juga alasan sampingan. Thailand adalah negara tetangga yang banyak dikunjungi orang Indonesia, belum lagi penggemar film-film Thailand juga cukup banyak. Minat mempelajari Bahasa Thai mulai tumbuh, lho.

Oke, kita mulai, ya.

Kali ini yang akan kita bahas adalah struktur kalimat di Bahasa Thai. Struktur Bahasa Thai penting dibahas karena ini dasar sekali. Untuk bicara atau menulis, kita perlu tahu bagaimana kata-kata dirangkai, bukan? Sebelum kita mulai, saya akan perkenalkan beberapa kosa kata yang akan kita pakai di sini.

Kosa kata

ผม = saya (sopan; laki-laki)

เป็น = adalah

คน = orang

อินโดนีเซีย = Indonesia

มี = punya

เพื่อน = teman

๑ คน = dua orang

หล่อ = ganteng

มาก = banyak (juga berarti sangat/banget/sekali)

Kalimat non-verbal dengan kata benda

Kalimat ผมเป็นคนอินโดนีเซีย (baca: phom pen khon Indoniisiiya) artinya saya adalah orang Indonesia. Struktur kalimatnya sama persis, bukan? Harap diperhatikan bahwa di sini kata เป็น yang artinya adalah harus tetap ada di kalimat yang diikuti oleh kata benda seperti contoh di atas; berbeda dengan di Bahasa Indonesia di mana kita bisa memakai atau menghilangkan kata adalah. Sekarang kita lihat contoh kalimat yang mengandung kata kerja.

Kalimat verbal

ผมมีเพื่อน๑คน (baca: phom mii pheuan song khon) artinya saya punya dua orang teman. Kata-kata seperti dua piring, tiga gelas, satu kilogram, lima orang, dikenal dengan istilah quantifier di Bahasa Inggris. Sedikit berbeda dengan Bahasa Indonesia, di Bahasa Thai, quantifier harus disebutkan di belakang. Jadi kalau di Bahasa Indonesia kita bisa bilang saya pesan dua piring nasi atau saya pesan nasi dua piring, di Bahasa Thai harus saya pesan nasi dua piring. Sekarang, bagaimana dengan kalimat yang mengandung kata sifat?

Kalimat non-verbal dengan kata sifat

ผมหล่อมาก (baca: phom loo maak) artinya saya ganteng sekali. Berbeda dengan struktur kalimat pertama yang mengandung kata benda sehingga sesudah ผม (saya) harus ada  เป็น (adalah), kalimat dengan kata sifat seperti contoh ini tidak memerlukan  เป็น (adalah). Ini persis sama dengan di Bahasa Indonesia di mana kita tidak bilang saya adalah ganteng, bukan begitu? (Yang kalau bicara masih pakai adalah sebelum kata sifat, ayo periksa lagi Bahasa Indonesianya!)

Bagaimana teman-teman? Penjelasan di atas cukup jelas dan singkat, bukan? Ayo kita pelajari Bahasa Thai sama-sama. Nanti akan ada lebih banyak postingan tentang Bahasa Thai, lho. Ikuti terus dan jangan lupa subscribe ya.

Richard Ariefiandy

Advertisements

Would Love To Hear From You

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s