Rectoverso (dengarkan bukunya, baca musiknya)

Dee emang selalu memanjakan pembacanya dengan narasi yang cerdas. Bakat Dee menyelami makna kata-kata, bermain dengan prosa, sekaligus irama, telah membuatnya menghasilkan sebuah karya besar (klo boleh saya bilang). Buat saya, Rectoverso merupakan “anak kembar” terbarunya yang lahir dan berasal dari satu rahim, untuk dinikmati tidak hanya satu, tapi dua (mungkin lebih) indera. Kita bisa memilih untuk membaca bukunya sambil minum kopi, atau mendengar musiknya sambil berbaring… 🙂 Tapi orang-orang (termasuk Dee)  menyebutnya ‘Hibrida’.

Terdiri dari 11 kisah, Rectoverso tidak membuat orang-orang yang alergi bacaan panjang menjadi bosan. Sebaliknya, setiap syair lagu yang diikuti cerita pendek ini malah membuatku penasaran, karena setiap cerita diberikan akhir yang cukup mengejutkan. Ah… seandainya lebih banyak lagi penulis yang senang bermain-main dengan pembacanya.

Advertisements

4 thoughts on “Rectoverso (dengarkan bukunya, baca musiknya)

    1. For me, she’s the most prominent female writer in Indonesia, among other prominent writers. And I have to agree that Rectoverso was beautifully written.

Would Love To Hear From You

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s